Selamat Datang diblog: e-travel Garuda Indonesia, product info seputar Garuda Indonesia. Kunjungi website resmi Garuda Indonesia di www.garuda-indonesia.com......Garuda Indonesia meraih empat penghargaan "Angkasa Award" dari majalah Angkasa(Kompas Group) untuk kategori: Airline Of The Year,The Best Service, The Best On Time Performance,The Most Favorite Airline 2008......... Mulai 16 Januari 2009 Garuda Indonesia hadir di kota Malang dengan rute MLG-CGK VV
Google
 
Web etravel-ga

Thursday, March 1, 2007

Keselamatan Penerbangan

Dalam mengoperasikan penerbangan, keselamatan penerbangan yang menyangkut keselamatan manusia adalah hal yang mutlak. Namun demikian, kenyataannya, bisa saja ada maskapai yang memanfaatkan beberapa celah terkait dengan ketentuan teknis dan pengoperasian pesawat sesuai yang ditetapkan regulator.

Pada praktiknya, sekalipun keselamatan penerbangan merupakan aturan yang sangat ketat, namun tidak menutup kemungkinan, operator penerbangan memanfaatkan berbagai celah yang memang dapat ditawar. Contohnya, pesawat sebetulnya dilengkapi dengan dua hingga tiga autopilot system, tapi masih diijinkan bila yang berfungsi hanya satu autopilot system. Dan tentunya masih banyak contoh yang lain.

Dalam istilah teknis penerbangan, kondisi tidak sempurna yang diijinkan dalam koridor keselamatan penerbangan itu disebut ”open item”. Open item tersebut hanya berlaku pada kategori tertentu dengan batasan waktu yang berbeda-beda. Artinya, semakin banyak open item pada sebuah pesawat, semakin rendah tingkat keselamatan pesawat terbang tersebut. Sayangnya, masih juga terjadi praktik-praktik yang memungkinkan ditundanya pemeliharaan dan perawatan pesawat, misalnya perawatan berkala tahap D (overhaul) yang membutuhkan waktu dan biaya yang besar ataupun open item yang melewati batas waktunya tanpa diketahui penumpang.
Kondisi menyerempet bahaya seperti itu merupakan tabu besar bagi Garuda Indonesia. Garuda sama sekali tidak memberi toleransi terhadap open item dan memakai kebijakan dua langkah di atas standar yang ditentukan. Artinya, bagi Garuda, keselamatan penerbangan adalah harga mati. Tak bisa ditawar.

Keselamatan penerbangan tidak hanya menyangkut perawatan dan pemeliharaan pesawat, melainkan juga awak kokpit. Untuk itu Garuda memeriksa kesehatan dan menguji kecapakan para captain dan co-pilot setiap enam bulan sekali, meskipun regulator mengharuskan setiap satu tahun sekali bagi awak kokpit.

Garuda juga melakukan maintenance audit secara ketat untuk memastikan terpenuhinya semua unsur keselamatan penerbangan dalam setiap sisi operasinya. Praktik itu tela membuat Garuda qualified memperoleh sertifikat FAA(Federal Aviation Administration), otoritas kelaikan udara Amerika Serikat.

Garuda memang nenerapkan standar tinggi dalam aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Semua itu dilakukan Garuda untuk memberi layanan terbaik bagi penumpangnya.